Pasang Iklan? Doremindo Aja! ^_^

Iklan TV Nasional

Home   >   Services   >   Iklan TV Nasional

Anda butuh pasang iklan di TV Nasional dan TV lainnya yang terkenal di Indonesia, silakan bisa hubungi Biro Iklan Resmi Doremindo Agency (DO’A).

  • RCTI
  • MNC TV
  • GLOBAL TV
  • iNEWS TV
  • SCTV
  • INDOSIAR
  • TRANS TV
  • TRANS 7
  • METRO TV
  • ANTV
  • TV ONE
  • NET
  • KOMPAS TV
  • CNN Indonesia TV
  • Berita Satu TV
  • O Channel TV
  • Jak TV
  • dan berbagai TV lokal di Indonesia.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Iklan TV yang Tak Pernah Sepi

Tahukah Anda, minat tinggi masyarakat Indonesia terhadap media TV membuat peluang untuk menjangkau target pasar lewat investasi pasang iklan di TV nasional tak akan pernah sepi ?

Pasang iklan televisi masih menjadi salah satu cara promosi paling ampuh untuk merek-merek besar. Bahkan walaupun mulai banyak perusahaan yang beralih ke iklan internet, namun TV tetap tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Alasannya karena TV adalah media yang dengan penetrasi paling tinggi di Indonesia.

Penetrasi media internet berada di bawah TV dengan gap cukup jauh, kemudian diikuti oleh radio di posisi tiga. Dengan adanya IPTV atau TV berbasis internet, peluang iklan pun semakin terbuka lebar. Tidak aneh jika akhirnya, perusahaan-perusahaan multinasional terus mengiklankan produk mereka di TV, karena memang memiliki nilai prestige tersendiri dan juga kelebihan lainnya yang tidak bisa didapatkan dari media iklan yang lainnya.

Ilustrasi Iklan di Televisi
Ilustrasi Iklan di Televisi (sumber : Unsplash)

Gambaran Tentang Iklan di Televisi

Apapun medianya, semua iklan sebenarnya memiliki tujuan yang sama. Iklan ditayangkan untuk memberi informasi kepada konsumen supaya mereka tertarik dengan produk yang ditawarkan. Sementara TV menyediakan fasilitas berupa gambar gerak dan suara sehingga iklan bisa dibuat lebih menarik.

Meski demikian, umumnya durasi iklan di TV sangat singkat antara 30-60 detik (ada juga Brand tertentu yang beriklan dengan materi iklan durasi 15 detik atau 5 detik, atau versi filler yang lebih panjang durasi kisaran 2 menit), tergantung kesepakatan dengan pihak TV. Berbeda dengan iklan internet yang terkadang cukup panjang dan bisa dibuat lebih variatif. Kendati demikian, jangkauan pasang iklan TV dianggap lebih luas dan menyasar target yang tepat.

Seperti diketahui, ada banyak saluran TV free-to-air Indonesia, baik publik maupun komersial, yang menjangkau berbagai daerah. Belum lagi ditambah saluran-saluran regional di setiap daerah dan saluran TV berbayar. Secara tidak langsung, hal tersebut membuat spot iklan TV tidak pernah kekurangan setiap harinya.

Pertimbangannya sekarang adalah tentang kapan waktu tayang, popularitas saluran dan biaya iklan di TV 2020. Tak dapat dimungkiri bahwa semakin diminatinya sebuah program acara atau saluran TV itu sendiri, maka semakin tinggi pula biayanya. Pengaruh tren di setiap tahun juga membuat TV mau tidak mau harus mengikutinya, begitu pula dengan industri iklannya.

Mengenai itu, artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi biaya iklan di TV.

Faktor Penentu Biaya Pasang Iklan di TV

Setiap manajemen TV pasti punya kebijakan masing-masing terkait dengan biaya pemasangan iklan di saluran mereka. Tentunya ini tidak sama dengan jenis iklan internet yang biayanya dihitung berdasarkan impresi atau klik. Atau iklan koran yang harga iklan ditentukan oleh besar nya ukuran iklan di koran. Mahal ataupun tidak itu sangat relatif, karena semua kembali lagi pada beberapa aspek mendasar.

Biaya memasang iklan TV

Biaya memasang iklan TV bisa jadi tidak semahal harga iklan di billboard ukuran raksasa di jalanan protokol CBD ter favorit, atau terkadang lebih tinggi. Aspek-aspeknya antara lain kapan iklan ditayangkan, berapa lama durasinya, berapa jumlah spot yang disiarkan, seberapa bagus rating acara, dan lain-lain. Secara umum, stasiun TV nasional dan regional menggunakan lima aspek berikut ini.

1. Karakter Saluran TV

Popularitas saluran TV di setiap daerah dan demografi pasti berbeda-beda. Biasanya ini murni karena program TV yang paling sering ditayangkan atau menjadi ciri khas dari saluran tersebut.

Misalnya saluran Metro TV, TV One, Kompas TV, iNews TV, CNN Indonesia TV, Berita Satu TV, lebih berfokus pada tayangan berita dan informasi. Sementara RCTI, SCTV, Indosiar lebih identik dengan acara sinetron atau acara hiburan umum. Masing-masing punya karakter tersendiri yang dapat membuat harga pemasangan iklan TV berbeda.

Tetapi itu bukan yang penentu akhir, karena jenis saluran TV juga masuk dalam perhitungan. TV nasional seperti Kompas TV pasti menawarkan harga jauh lebih mahal dibandingkan TV lokal atau regional seperti Aceh TV atau Padang TV, bahkan di jam tayang yang sama.

Ilustrasi keluarga sedang menonton TV bersama
Ilustrasi keluarga sedang menonton TV bersama (sumber: Pexels.com)

2. Rating Program Acara

Anda pasti pernah merasa kesal ketika sedang seru menonton suatu acara tetapi iklannya sangat lama. Ya, itu tidak lepas dari masalah rating acara. Singkatnya, semakin tinggi rating maka peminat pemasang iklannya pun pasti terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Sistem rating memberikan gambaran tentang seberapa diminatinya sebuah program acara TV oleh pemirsa. Jadi tidak heran kalau rating juga sering dijadikan sebagai bahan evaluasi program TV yang mengakibatkan perubahan. Misalnya host diganti, format acara berubah, jam tayang digeser, dan lain-lain.

Jadi bagi pemasang iklan TV, rating adalah salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Jangan khawatir, jika perusahaan Anda masih awam tentang sistem rating, kami dari biro iklan Doremindo Agency siap membantu.

3. Jenis Program Acara

Berikutnya, jenis siaran juga menjadi penentu harga pasang iklan TV karena jumlah penontonnya pun pasti berbeda. Di acara siaran langsung, biayanya kemungkinan lebih tinggi ketimbang iklan yang tayang di acara tunda atau tapping. Apalagi jika siaran langsung tersebut adalah tentang topik yang sedang hangat diperbincangkan.

Misalnya pada acara Debat Pilpres 2019 lalu. Biaya pemasangan iklannya diperkirakan cukup tinggi. Sebab selain disiarkan langsung di seluruh pelosok Tanah Air, acara ini juga tayang di beberapa saluran TV sekaligus.

Baca juga : “Pasang Iklan di Media yang Tepat, Bisnis akan Lebih Sukses” 

4. Waktu Tayang Program Acara

Iklan biasanya ditayangkan di antara sebuah tayangan program acara, baik di awal, tengah maupun akhir. Oleh karena itu, iklan juga sangat dipengaruhi oleh waktu tayang dari program yang ‘ditempelinya’ itu.

Banyak yang mengatakan bahwa jadwal tayang terbaik untuk iklan adalah di jam-jam prime time. Di mana pada waktu tersebut kebanyakan orang punya lebih banyak waktu bersantai sambil menonton TV. Yang dimaksud jam prime time biasanya dimulai pukul 17.0018.00 sampai menjelang tengah malam (Setiap stasiun TV punya ketentuan tersendiri tentang program yang masuk Prime Time dan Reguler Time). Sama halnya dengan iklan di media radio yang juga memiliki perbedaan harga iklan di jam Prime Time dan jam non Prime Time (Reguler Time).

Contoh sederhananya adalah harga iklan TV yang tayang pada pukul 7 pagi dan 7 malam pasti gap harganya cukup jauh. Penayangan di malam hari biasanya lebih mahal, bahkan bisa dua kali lipat atau lebih. Akhirnya, ini tergantung kebijakan saluran TV terkait.

5. Ketersediaan Spot Iklan

Spot iklan TV secara umum dibagi menjadi dua yaitu standar dan premium. Perbedaannya adalah tempat penayangannya pada saat sebuah program acara berjalan.

Iklan premium tentu akan lebih diprioritaskan dan akan ditayangkan pada urutan pertama, kedua dan ketiga saat jeda komersial. Itu termasuk iklan terakhir yang muncul sebelum acara dimulai lagi.

Sementara tempat sisanya ditujukan untuk iklan-iklan standar karena posisinya tidak terlalu menonjol. Iklan standar juga sering ditayangkan pada saat peralihan dari acara satu menuju acara berikutnya. Oleh karena itu investasi untuk iklan premium jelas jauh lebih tinggi dan menggiurkan. Namun posisi iklan premium biasanya sudah diborong oleh Brand / merek perusahaan besar yang memiliki budget iklan besar.

Pilihan Saluran TV Nasional untuk Beriklan

Pasang iklan di TV nasional jelas lebih diminati oleh merek-merek ternama. Hal ini dipengaruhi oleh faktor jangkauan penonton dan kualitas acaranya. Di Indonesia sendiri setidaknya ada 15 saluran TV nasional, yang penayangannya cukup merata di seluruh wilayah.

Saluran TV

Free-to-air

Online

TVRI

v

v

RCTI

v

v

Global TV

v

v

MNCTV

v

v

iNews

v

v

Indosiar

v

v

SCTV

v

v

ANTV

v

v

tvOne

v

v

TransTV

v

v

Trans7

v

v

MetroTV

v

v

KompasTV

v

v

NET.

v

v

RTV

v

v

Doremindo Agency yang dikenal melayani pasang iklan di koran, juga melayani pemasangan iklan di hampir seluruh TV nasional Indonesia. Tabel di atas juga bukanlah urutan saluran TV berdasarkan tingkat kepopuleran di mata pemirsanya. Sebab dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, posisinya terus mengalami perubahan.

RCTI dan SCTV merupakan stasiun TV yang banyak program acaranya menempati rangking urutan 1-2, yang tentunya rangking rating ini biasanya fluktuatif dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah tren acara yang dipengaruhi oleh budaya-budaya atau kebiasaan baru di masyarakat.

Adapun salah satu perusahaan yang rutin melakukan riset tentang tingkat kepemirsaan TV di Indonesia adalah Nielsen. Sejauh ini mereka juga masih menjadi salah satu sumber paling akurat terkait rating program acara TV.

Dari sumber lainnya, yaitu Media Partners Asia, masyarakat Indonesia juga masih lebih menyukai TV gratis alias free-to-air. Maka dari itu, 15 saluran TV di atas menjadi tempat favorit bagi para produsen untuk mengiklankan produk mereka.

Setidaknya hingga tahun 2020 ini, Djarum dan Traveloka adalah bagian dari merek yang masih rajin menggunakan TV sebagai media iklan. Djarum bahkan telah menghabiskan ratusan miliar rupiah untuk mempromosikan produk mereka di 13 saluran TV. Sementara Traveloka menjadi salah satu merek paling sering diiklankan di TV.

Media TV Paling Diminati Masyarakat Indonesia

Jasa pasang iklan TV seperti biro Doremindo Agency selalu siap membantu pasang iklan di televisi. Pasalnya, media TV terus memimpin sebagai media paling diminati masyarakat Indonesia. Bahkan dari sumber Katadata mencatat bahwa generasi milenial juga menjadi salah satu konsumen TV terbesar.

Data tersebut diambil pada 2019, di mana 89 persen milenial Indonesia gemar menonton TV. Sedangkan peminat video online seperti Youtube dan platform lainnya ternyata hanya sebesar 46 persen. Radio juga diminati 24 persen milenial, sehingga tak heran kalau biaya iklan di radio masih relatif mahal. (tentunya persentase yang dimaksud selalu berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi)

Berikut bagan tentang yang menggambarkan tentang minat milenial terhadap media favorit mereka.

Media Favorit
Media Favorit (sumber: IDN Research Institute)

Namun bagaimana dampak penonton TV dan iklan di masa pandemi COVID-19 tahun 2020? Faktanya, situasi ini ternyata cukup mengubah perilaku konsumen media di Indonesia. Nielsen melaporkan bahwa ternyata, tingkat kepemirsaan TV mengalami peningkatan terutama di kota-kota besar.

Durasi menonton rata-ratanya pun melonjak dari yang tadinya kurang dari 1 jam, kini mencapai hampir 5,5 jam. Selain karena PSBB, ini juga dikarenakan kecenderungan masyarakat untuk memantau berita tentang COVID-19 di TV. Sementara di kalangan anak-anak, peningkatan juga terjadi sejak bulan Maret 2020.

Sumber Informasi tentang COVID-19
Sumber Informasi tentang COVID-19 (Sumber: Nielsen)

Apakah hal tersebut juga mempengaruhi intensitas iklan? Tentu saja, terutama iklan-iklan produk kesehatan tubuh seperti vitamin, suplemen dan obat. Bahkan jumlah spot-nya pun meningkat dua kali lipat dan anggaran iklannya juga melonjak tinggi.

Yang jelas, pandemi COVID-19 ini sedikit banyak memang cukup mempengaruhi biaya pasang iklan di TV 2020.

Tips Memasang Iklan di TV

Untuk perusahaan kecil yang memiliki bujet terbatas, TV mungkin bukan tempat beriklan paling efektif. Kecuali, Anda mengetahui bagaimana caranya menekan anggaran agar mendapatkan harga relatif terjangkau. Konsultasikan hal ini kepada Doremindo Agency, yang selalu siap membantu Anda.

Durasi iklan di TV sangat singkat, yakni berkisar antara 30-60 detik saja. Oleh karena itu sebuah perusahaan atau produsen harus memperhitungkan matang-matang agar budget tidak membengkak.

Ilustrasi Cinematographer mengoperasikan kamera TV
Ilustrasi Cinematographer mengoperasikan kamera TV (Sumber: Pixabay.com_

Apakah Anda ingin mendapat gambaran tentang bagaimana membuat iklan TV yang bagus untuk konsumen? Untuk itu coba simak beberapa tips berikut ini.

  • Hal pertama yang perlu dipahami adalah tentang produk yang ingin ditawarkan kepada konsumen. Apakah itu berbentuk barang untuk kebutuhan primer, sekunder atau tersier.
  • Kemudian Anda harus membuat daftar alasan mengapa produk tersebut wajib dicoba atau dibeli oleh konsumen. Setidaknya satu atau dua alasan terkuat akan ditayangkan di iklan.
  • Pemilihan jenis iklan untuk produksinya juga penting. Lalu pertimbangan yang akan mengikuti adalah latar belakang suara, narasi dan lain-lain.
  • Siapkan naskah iklan dan sesuaikan dengan potongan-potongan gambarnya.
  • Berikutnya yang tak kalah krusial dalam iklan adalah pemilihan brand ambassador (jika ada) atau aktor. Biasanya iklan yang baik memilih aktor yang bisa mengimplementasikan produknya.
  • Iklan diproduksi, diedit dan siap ditayangkan di TV.

Tetapi sebelum itu, ada satu langkah yang tidak boleh terlewatkan. Banyak perusahaan melakukan uji coba kepada para konsumennya untuk menentukan demografi. Dari situlah biasanya iklan dapat diubahsuaikan tergantung dengan kebutuhan marketing.

Jika perusahaan Anda kesulitan untuk menayangkan iklan di TV nasional, sekarang banyak biro iklan yang bisa membantu. Salah satunya adalah Doremindo Agency, biro iklan dengan jaringan ke hampir semua saluran TV nasional.

Tahukah Anda, sebenarnya produk yang belum pernah masuk TV sekalipun sangat memungkinkan untuk bisa masuk. Hanya saja, tentu jangan langsung berharap tinggi dengan hal ini. Pasalnya, spot iklan di waktu-waktu prime time dan acara terkenal umumnya masih dikuasai oleh merek-merek ternama. Seandainya perusahaan Anda order paket iklan di Televisi dalam nilai yang lumayan besar, biasanya akan bisa mendapatkan bonus-bonus, seperti bonus jasa press release yang ditawarkan oleh pihak agency iklan resmi Doremindo Agency (DO’A)

Berapa Biaya Pasang Iklan TV?

Pertanyaan yang mungkin sedari tadi sudah berputar-putar di benak Anda. Berapa biaya memasang iklan di TV untuk durasi 30 detik sampai 60 detik?

Sekali lagi, sulit menentukan angka pasti untuk memperkirakannya. Apalagi jika Anda bertanya secara spesifik tentang biaya iklan merek-merek tertentu.

Yang jelas, jika menggunakan agensi atau jasa iklan TV, biaya pemasangan iklan akan lebih jelas. Dengan begitu Anda jadi bisa mempersiapkan budget untuk iklan dengan kriteria-kriteria yang telah disiapkan.

Di internet, banyak sekali bocoran-bocoran informasi tentang biaya pemasangan iklan di TV. Biasanya tarif akan dibagi menjadi lima kategori tergantung jam tayangnya. Pertama adalah acara pukul 04.00-09.00, 09.00-15.00, 15.00-18.00, 18.00-24.00, 00.00-04.00.

Di antara semuanya, biayanya bisa dimulai dari beberapa juta rupiah saja hingga puluhan juta rupiah bahkan ratusan juta rupiah per 30 detik (publish rate biaya normal iklan, belum termasuk perhitungan diskon dan pajak iklan). Biaya paling mahal tentu pada jam-jam petang hingga malam ketika orang mulai menyalakan TV.

Segala perhitungan semacam itu sudah diperkirakan oleh Doremindo sesuai dengan ketentuan iklan yang ingin ditayangkan. Anda bisa mengiklankan berbagai hal lewat biro iklan kami, mulai dari bisnis, advertorial, pengumuman, atau ucapan. Pekerjaan dilakukan oleh orang-orang berpengalaman dalam bidang pasang iklan di TV.

Cara menghubungi Doremindo Agency untuk pasang iklan di televisi

Anda bisa menghubungi tim Doremindo untuk perihal kebutuhan pasang iklan di Televisi. Caranya bisa menghubungi hotline : 021-54361493, atau WA: 082299008066, atau Email: marketing@doremindo.com.

Tentunya dengan menginformasikan secara jelas terlebih dahulu atau menjawab pertanyaan dari tim Doremindo terlebih dahulu, agar bisa diketahui lebih detail dan lengkap tentang kebutuhan beriklannya seperti apa, supaya tidak membingungkan dan bisa tepat sasaran.